Jamie Vardy: Dari Kasta Terendah, Hingga menjadi Top Skor Liga Primer Inggris

Jamie Vardy: Dari Kasta Terendah, Hingga menjadi Top Skor Liga Primer Inggris

Teknodern - Siapa yang saat ini tak mengenal seorang Jamie Vardy? Ia adalah penyerang andalan Leicester city yang hingga minggu ke-14 Liga Primer Inggris, sudah mencetak 14 gol untuk tim yang bermakas di kota Leicester tersebut. Tetapi yang lebih istimewa adalah pencapaiannya memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy di Premier League, yaitu dengan selalu mencetak gol di 11 pertandingan beruntun.

Tapi, apa anda pernah membayangkan dari mana Jamie Vardy berasal? Pasti beberapa dari anda membayangkan bahwa Vardy berasal dari klub elit atau akademi sepak bola elit dunia. Namun, bukan dari keduanya Vardy berasal, pemain kelahiran 1 November 1987 ini berasal dari klub non-liga (divisi kelima di piramida sepak bola Inggris).

Ia pernah membela Halifax Town, Stocksbridge Park Steels, dan Fleet Town. Kerja keras di sesi latihan dan pertandingan terus ditunjukkannya. Tak ada kata menyerah, tak ada keluhan lelah. Yang ada hanyalah usaha untuk bisa mencapai level yang lebih baik. Dan  pada saat bersama Fleetwood Town, ia mengantarkan timnya promosi ke Football League untuk kali pertama. dengan 31 gol dari 36 penampilannya saat itu.

Usahanya membuahkan hasil. Pada 17 Mei 2012, Leicester yang melihat betapa kontributifnya Vardy bersama Fleet Town, menebusnya dari klub non-liga tersebut dengan nilai transfer £1 juta, yang menjadi rekor transfer tertinggi di non-liga. Bahkan nilai transfernya bisa menjadi £1,7 juta ditambah bonus dan sebagainya.

Berkat kerja kerasnyalah ia sekarang bisa menjadi top skorer sementara liga primer Inggris, dan mendapat sanjungan dari berbagai pihak, salah satunya analis Sky Sport  yang juga mantan pemain Manchester United, Gary Neville.

"Vardy membangun tempo dan gaya bermain timnya dan tak memberikan kesempatan pemain di belakangnya untuk tidak berjuang keras,"

Karakter Vardy sejatinya adalah pemain yang serba bisa. Ia memiliki kecepatan sebagai pemain sayap, tapi presisi sebagai pemain depan. Kombinasi ini membuat pelatih Leceister, Ranieri bisa mudah memindahkannya dari satu sisi ke sisi lain untuk mengadaptasi permainan dan skenario permainan yang berbeda. Kedepannya,  Jamie Vardy diharapkan bisa menjadi tulang punggung tim nasional Inggris yang sedang membutuhkan pemain serba bisa dengan kualitas bagus sepertinya.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment